Ijtihad Mengentaskan Kemiskinan Melalui Wisata Desa
Kabupaten Bantul memiliki 75 kalurahan yang berada di 17 kapanewon, salah satunya adalah Kalurahan Selopamioro. Selopamioro, adalah sebuah kalurahan dibawah kapanewon Imogiri yang sebagian besar wilayahnya berupa perbukitan dan berada di perbatasan Kabupaten Bantul dengan Kabupaten Gunungkidul. Sampai akhir semester 1 tahun 2020, kalurahan ini memiliki penduduk sebanyak 16376 jiwa dengan 4788 KK dan jumlah kemiskinan sebanyak 5491 jiwa. Sebagian besar penduduknya bermatapencaharian sebagai petani, buruh tani dan wiraswasta. Sepertiga jumlah penduduk masih berada dalam derajat kemiskinan. Karena faktor jumlah penduduk yang besar, angka kemiskinan tinggi, luas wilayah dan kesulitan geografisnya tinggi maka kalurahan ini beberapa tahun terakhir selalu memperoleh Dana Desa terbanyak di Kabupaten Bantul. Pada tahun 2020 ini dana desa yang diperoleh sebesar Rp. 2.499.562.000,. Dana desa ini diharapkan dapat merubah derajat kesejahteraan warga desa melalui program yang berkesinambungan. Tentu program yang harus dikembangkan juga dengan menafaatkan sumber daya lokal, baik sumber daya manusia maupun sumber daya alamnya.
Pendamping
P3MD Kabupaten Bantul telah mendorong Pemerintahan kalurahan untuk lebih
kreatif dan inovatif melaksanakan berbagai program pembangunan untuk
mengentaskan kemiskinan ini. Hal itu telah didengungkan saat Program Inovasi
Desa yang dilaksanakan sejak tahun 2017. Salah satunya dengan pemanfaatan
potensi alam pegunungan yang dilalui bentangan sunyai Oya ini. Sebuah pilihan mimpi
yang sangat luhur untuk memberikan kesejahteraan warga melalui wisata. Langkah
ini dimulai saat pemerintah kalurahan memperoleh hibah dari Kementerian Desa
PDTT sebesar Rp. 1,7 milyar untuk membangun kawasan wisata yang saat ini
dikenal dengan Selopamioro Adventure Park (SELOPARK) yang berada di wilayah
padukuhan Jetis Selopamioro yang berbatasan dengan padukuhan Kedungmiri
Sriharjo. Pada saat membangun kawasan ini, hal pertama yang dilakukan adalah sosialisasi
untuk meyakinkan warga masyarakat bahwa wisata bisa menjadi motor penggerak
pembangunan yang cepat. Tahun pertama belum sepenuhnya warga membersamai kami,
mereka tidak mau bersama sama membangun wisata, bahkan memberikan kesan yang
buruk saat menerima tamu yang datang.
Dan
hasilnya semua senang, dan sangat warga kooperatif dengan pengelola dan
Pemerintah Desa. Data jumlah pengunjung periode tahun 2018 sampai pertengahan
tahun 2019 berjumlah 21.605 pengunjung dengan memberikan masukaan sebesar Rp.
168.702.500,-. Dari sinilah ketertarikan warga masyarakat yang semula menolak,
saat ini telah beraktivitas jualan di kawasan ini. Karena antusiasnya
masyarakat dan pendapatan ini pemerintah kalurahan bersama pengelola kian giat
mengembangkan program dengan memberikan alokasi dana desa yang kian besar. Dari
sinilah kelihatan nyata bahwa pengembangan wisata desa bisa membuka lapangan
pekerjaan dan memberikan pendapatan yang layak bagi warganya. Berbagai
pengembangan sarana prasarana disuport oleh desa agar wisatawan kian nyaman
berwisata sepanjang waktu. Suport dana desa tahun 2020 yang mencapai 100 juta
telah dimanfaatkan untuk membangun sarana prasarana yang diperlukan. Cafetaria
dan home-stay pun mulai dirintis dan nyatanya sudah banyak wisatawan yang
memanfaatkannya.
Dalam
perkembangan terakhir, Selopark telah memberi kemanfaatan yang luar biasa
dimana berbagai wahana telah mampu memberikan pekerjaan dan pendapatan bagi
warganya. Wahana Perahu karet dan kanoe telah mampu memperkerjakan 30 pemandu
dan 5 orang tukang parkir. Wahana climbing (Via Ferrata) telah mampu
memperkerjakan 5 warga sebagai koki dan pelayan, 2 orang tukang parkir dan 5
pemandu. Sedangkan Kafetaria telah didukung dengan 15 kios milik warga dengan
menyediakan berbagai kuliner dan produk cinderamata seperti kerajinan Batik
Selokaton sebanyak 12 pembatik, sneck Desa Prima Selo Maju sebanyak 30 orang. Inilah
upaya yang akan terus dilakukan Pemerintah Kalurahan Selopamioro untuk mengentaskan
kemiskinan.
(Ditulis
oleh Slamet, S.Pd., SH. – TAPP P3MD Kabupaten Bantul)



Tidak ada komentar:
Posting Komentar